Pengertian membilang dan mengukur

Bookmark and Share
Dalam perkataan sehari-hari, sering kata membilang dan mengukur disamakan. Padahal kedua kata tersebut mempunyai pengertian yang berbeda. Hasil membilang merupakan sesuatu yang eksak, sedangkan hasil mengukur merupakan suatu pembulatan atau pendekatan.
Hasil dari membilang contohnya:
1. Banyaknya siswa dalam satu kelas.
2. Banyaknya resistor yang rusak dalam suatu rangkaian elektronik.
3. Banyaknya kendaraan yang masuk dalam suatu terminal.
Hasil dari suatu pengukuran contohnya:
1. Berat perhiasan emas.
2. Tinggi seorang siswa.
3. Pengukuran diameter pipa.
4. Luas sebidang tanah.
Semua hasil pengukuran adalah suatu hasil pembulatan atau pendekatan, sehingga akan kita pelajari 3 macam pembulatan yaitu:
1. Pembulatan ke satuan terdekat
Aturan pembulatan suatu bilangan ke satuan terdekat yaitu:
1). Jika angka berikutnya lebih dari atau sama dengan 5, maka angka ini
hilang dan angka didepannya ditambah satu.
2). Jika angka berikutnya kurang dari 5, angka ini dihilangkan dan angka
didepannya tetap.
Contoh:
15,9 kg = 16 kg dibulatkan ke kilogram terdekat
23,18 m = 23.2 m dibulatkan ke persepuluhan meter terdekat
176,53 m = 177 m dibulatkan ke meter terdekat
2. Pembulatan kebanyaknya angka desimal yang diperlukan
Contoh:
9,40723 = 9,4072 jika dibulatkan sampai empat tempat desimal
9,40723 = 9,407 jika dibulatkan sampai tiga tempat desimal
9,40723 = 9,41 jika dibulatkan sampai dua tempat desimal
9,40723 = 9,4 jika dibulatkan sampai satu tempat desimal
3. Pembulatan ke banyaknya angka-angka yang signifikan
Semua angka adalah signifikan (angka-angka berarti) kecuali angka nol yang
digunakan untuk menyatakan tempat koma desimal.
Contoh:
34,0 mempunyai 3 angka signifikan
30,5 mempunyai 3 angka signifikan
0,30 mempunyai 2 angka signifikan
(0 pertama menunjukkan tempat koma)
0,3025 mempunyai 4 angka signifikan
0,003 mempunyai 1 angka signifikan
0,0810 mempunyai 3 angka signifikan

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar