Sejarah singkat pelabuhan pentoloan

Bookmark and Share
Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan secara singkat tentang sejarah pelabuhan pantoloan. Pelabuhan pantoloan adalah merupakan pelabuhan utama di propinsi sulawesi tengah yang terbuka untuk pelayaran dalam dan luar negeri sekaligus merupakan pintu gerbang utama perekonomian propinsi sulawesi tengah.
Sebelum pelabuhan pantoloan dibangun, yang menjadi pelabuhan utama propinsi sulawesi tengah adalah belabuhan donggala sejak tahun 1964. Setelah dengan meningkatnya arus perdagangan melalui angkutan laut baik dalam dan luar negeri, kegiatan pelabuhan donggala mengalami peningkatan sehingga perlu diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk kelancaran arus kapal barang dan penumpang, dengan memperhatikan terbatasnya wilayah darat untuk pengembangan daerah kerja pelabuhan donggala serta pertimbangan segi geografis, maka perlu segera dibangun pelabuhan baru sebagai alternatif.
pelabuhan pantoloanAtas prakarsa unsur perhubungan laut dan instansi terkait serta dukungan dari pemerintah daerah.
Pada tahun 1971 tim survey dari jakarta yaitu pt. Asa engineering jakarta dan tehnisi dari direktorat jenderal perhubugan laut departemen perhubungan mengadakan feasibility study guna menentukan letak strategis serta kemungkinan pengembangannya. Berdasarkan hasil survey tersebut pelabuhan pantoloan sebagai alternatif untuk pengembangannya.
Pada tahun 1975 dibangun pelabuhan pantoloan yang merupakan pelabuhan alternatif dalam rangka menunjang kegiatan angkutan laut dan kepelabuhanan, penyediaan sarana dan prasarananya terus ditingkatkan baik fasilitas-fasilitas pelabuhan maupun penunjang angkutan laut.
Pada tahun 1978 pembangunan pelabuhan pantoloan selesai dilaksanakan dan diresmikan oleh menteri perhubungan (rusmin nuryadin). Sejak beroperasinya pelabuhan pantoloan, kegiatan pelabuhan donggala lebih diarahkan untuk pelayaran rakyat.
Pembangunan sarana dan prasarana pelabuhan pantoloan terus ditingkatkan baik melalui anggaran apbn maupun yang bersumber dari bantuan laur negeri.
Status pelabuhan pantoloan dan pelabuhan donggala merupakan pelabuhan yang diusahakan, dalam segi pengusahaannya dikelola oleh pt. (persero) pelindo iv cabang pantoloan sedangkan dari segi pemerintahannya dilaksanakan oleh kantor administrator pelabuhan pantoloan. Kantor administrator pelabuhan pantoloan adalah unit pelaksana teknis dilingkungan direktorat jenderal perhubungan laut, yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada direktorat jenderal perhubungan laut. Kantor administrator pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan lalu lintas dan angkutan laut, keamanan dan keselamatan pelayaran perairan pelabuhan untuk memperlancar angkutan laut.

Bahwa salah satu aspek guna terselenggaranya angkutan laut yang lancar, aman, nyaman, teratur dan efisien, sangat tergantung pada kondisi kapal yang telah memenuhi persyaratan kelaiklautan yaitu kapal yang telah memenuhi persyaratan keselamatan kapal.

Tugas pengawasan dan penegakan ketentuan keselamatan kapal pada umumnya tidaklah semakin ringan tetapi justru semakin berat, baik sebagai akibat luasnya wilayah perairan yang memerlukan pengawasan maupun karena pengembangan dibidang laut yang semakin pesat.
Kecelakaan kapal yang terjadi diperairan indonesia pada umumnya disebabkan oleh faktor manusia yang antara lain kurang disiplin dan propesionalnya nakhoda dan anak buah kapal. Hal tersebut dapat dilihat dengan mudahnya mereka menaikkan penumpang melebihi kapasitas dispensasi yang diberikan oleh petugas dan bahkan tidak jarang menikkan penumpang diluar jangkauan petugas seperti memuat dan menambah penumpang diluar pelabuhan yang sama sekali tidak terpantau oleh aparat perhubungan laut.
Disamping itu juga masih banyaknya kelonggaran-kelonggaran terhadap ketentuan keselamatan yang diberikan oleh petugas yang tidak men yadari atau mengabaikan pentinggnya keselamatan jiwa manusia.

masukan anda sangat berarti...silahkan komen pada pos komentar..!

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar